Showing posts with label nexttren. Show all posts
Showing posts with label nexttren. Show all posts

Thursday, 17 September 2015

Begini Hasil Jepretan Kamera yang bisa “Melihat Dalam Gelap”


Canon merilis contoh foto hasil tangkapan kamera yang memiliki tingkat sensitivitas hingga ISO 4.560.000. Seperti apa jepretannya?


Canon
Kamera Canon ME20F-SH terpasang di balik lensa super tele

Juli lalu, Canon memperkenalkan sebuah kamera yang diklaim lebih sensitif dari mata manusia. Dengan tingkat sensitivitas mencapai ISO 4.560.000, kamera ini pun bisa “melihat dalam gelap”.

Sebagai perbandingan, kamera pada smartphonebiasanya mentok pada tingkat sensitivitas ISO 800, 1.600, atau paling banter 3.200.

Tapi seperti apa foto yang dihasilkan dengan tingkat ISO mencapai lebih dari 4 juta tersebut?

Menjawab penasaran khalayak penggemar dan pelaku industri digital imaging, Canon pun merilis sejumlahsample foto jepretan kamera berkode ME20F-SH itu.

Hasilnya, sebagaimana dirangkum Nextren dariPetaPixel, Kamis (17/8/2015), kamera Canon ini tampaknya memang benar-benar bisa memotret dalam keadaan hampir gelap total. 

Canon sendiri mengklaim bahwa ME20F-SH bisa menangkap gambar di dalam gelap malam yang tak disinari cahaya bulan.

Kualitas gambar pada setting ISO maksimum (4.560.000) memang tampak buruk dengan noise yang tinggi. Namun ini saja sudah merupakan terobosan karena ME20F-SH mampu memotret di malam hari tanpa bantuan cahaya infra merah, seperti layaknya kameranight vision.

Setting ISO “menengah” di angka 102.000 masih membuahkan gambar yang tampak cukup bagus. 

Tertarik? ME20F-SH rencananya akan mulai dikapalkan pada Desember mendatang. Banderol harganya dipatok di angka 30.000 dollar AS atau lebih dari Rp 430 juta.

Contoh hasil foto selengkapnya bisa dilihat di bawah.
Canon
Contoh hasil foto jepretan kamera canon ME20F-SH di setting ISO 102.000

CanonContoh hasil foto jepretan kamera canon ME20F-SH di setting ISO 102.000


CanonContoh hasil foto jepretan kamera canon ME20F-SH di setting ISO 4.560.000
CanonContoh hasil foto jepretan kamera canon ME20F-SH di setting ISO 4.560.000


Kunjungi Sumber

Menengok Canggihnya Calon Jet Tempur Masa Depan TNI AU

Seperti apa kecanggihan pesawat tempur Sukhoi Su-35, calon kuat pengganti F-5E Tiger II yang dilirik oleh TNI-AU?

istCutaway dan berbagai jenis persenjataan yang bisa diangkut oleh Sukhoi Su-35.


Rencana Pemerintah Indonesia untuk mengganti armada pesawat tempur F-5E Tiger milik TNI AU yang dianggap sudah berumur kini kian mengerucut ke satu pilihan.

Setelah sempat didekati oleh konsorsium Eropa yang menawarkan jet tempur Eurofighter Typhoon serta pabrikan Swedia SAAB yang langsung menghadirkan JAS 39 Gripen-nya di Bandara Halim Perdanakusuma, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengindikasikan pilihan pemerintah jatuh ke penempur Rusia, Sukhoi Su-35.

Seperti apa kecanggihan pesawat tempur rancangan Sukhoi dan dibangun oleh IPTN-nya Rusia, Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO), ini? Apa yang menjadikannya unggul dari kontestan lain calon pengganti F-5E Tiger?

Jembatan ke generasi berikutnya

Sukhoi mengembangkan Su-35 berdasarkan pesawat tempur generasi sebelumnya, Su-27 yang juga telah dimiliki oleh TNI-AU. Pengembangan Su-35 lebih dititikberatkan pada pengembangan airframe (rangka), elektronika sensor, dan avionik pesawat.

Di bidang airframe, Sukhoi mendesain Su-35 agar rangkanya lebih kuat sehingga memiliki umur yang lebih panjang dibanding generasi Su- sebelumnya. Selain itu, dengan rangka yang lebih kokoh, Su-35 bisa diajak bermanuver lebih ekstrem lagi.

Sukhoi mengklaim rangka umur Su-35 bisa bertahan selama 6.000 jam, setara dengan 30 tahun operasi. Sementara itu, waktu antar-servis (between-repairs period) juga diklaim meningkat hingga 1.500 jam atau setara dengan 10 tahun operasi.

KnAAPORadar cross-section (RCS) yang diklaim lebih kecil oleh Sukhoi dalam generasi Su-35.
Materi komposit yang lebih ringan dipilih untuk mengurangi bobot pesawat hingga 20 persen dari generasi sebelumnya. Garis bidang pesawat juga telah dimodifikasi sehingga mengurangi bidang pantulan radar (RCS/radar cross section).

Sementara itu, intake (corong masuk udara) mesin didesain lebih besar agar memberi suplai aliran udara yang lebih baik.

Perbedaan lain, flaperon (sayap penggerak pesawat) dibuat lebih besar dan tidak memiliki canard (sayap kecil di moncong pesawat), seperti Su-30MKI.

Rem udara (airbrake) yang sebelumnya terpasang di punggung Su-27 kini juga dihilangkan. Fungsi airbraketersebut digantikan dengan active rudder yang terdapat di kedua sirip tegak pesawat.

Su-35 yang oleh NATO diberi julukan Flanker E tersebut oleh Sukhoi dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi 4++. Artinya, ini merupakan versi penyempurnaan dari generasi 4 sebelumnya (Su-27), tetapi memiliki fitur layaknya pesawat tempur generasi 5.

Oleh Angkatan Udara Rusia, Su-35 dijadikan sebagai tulang punggung hingga nanti pesawat tempur siluman (stealth) generasi berikutnya, yaitu PAK-FA, resmi dioperasikan. 

Kokpit
Su-35 memiliki konsep kokpit dengan kendali (control colum) utama di tengah dan memiliki kursi lontar zero-zero K-36D-3.5E buatan Zvesda. Tipe zero-zero berarti pilot bisa eject dari pesawat meski berada dalam kondisi diam (zero speed zero altitude).

Joystick dan throttle pesawat juga telah menganut konsep HOTAS (Hands on Throttle and Stick), artinya lokasi semua tombol kendali yang dibutuhkan bisa diakses di dua batang kendali tersebut, termasuk mengganti tampilan layar, memilih menu, mengaktifkan persenjataan dan sebagainya.

Dengan menganut konsep tersebut, pilot diharapkan tetap siaga karena kedua tangannya tetap memegang stick kendali pesawat.

Selain kemampuan HOTAS, helm yang dipakai pilot juga dilengkapi dengan teknologi HMS (helmet mounted sight), layar kecil untuk menampilkan informasi penting di depan kaca helm.

KnAAPOKokpit Sukhoi Su-35
Dari segi antarmuka, Su-35 memiliki konsep all-glass cockpitdengan layar LCD digital modern. Di dalam kokpit terdapat dua layar LCD dengan ukuran masing-masing 22,5 x 30 cm resolusi 1.400 x 1.050 piksel yang menampilkan berbagai informasi.

LCD ini berfungsi untuk menerima, memproses, dan mentransmisikan data dalam berbagai format, entah itu grafis, angka, tampilan TV, dan sebagainya.

LCD juga bisa digunakan untuk mengirim sinyal video dalam format digital ke unit video recording jika dibutuhkan.

Sementara itu, bagian HUD (head up display), atau layar kecil di atas dashboard, juga memiliki ukuran yang lebar, dengan bidang pandang 30 x 20 derajat.

Sistem-sistem yang lain di dalam kokpit itu termasuk sistem navigasi satelit dan radio, peta digital, sistem optik dan elektronik untuk misi pengintaian, serta sistem komunikasi digital.

Pesawat juga memiliki dua buah antena radio UHF dan VHF, sistem coding suara dan radio, serta sistem Link-16 untuk bertukar data antar-pesawat.

Semua sistem tersebut dilayani oleh dua komputer utama yang memproses dan mentransmisikan data ke pilot dalam kondisi krusial sehingga membantu mengurangi beban kerja pilot.

Sistem radar
Walau memiliki airframe dan avionik baru, Su-35 tetap menggunakan radar seperti yang dipakai dalam Su-27. Radar buatan Irbis ini menganut desain PESA (Passive Electronic Scanning Array).

Berbeda dengan metode AESA (Active Electronic Scanning Array), PESA hanya membutuhkan satu rumah sensor dan antena untuk memancarkan dan menerima sinyal.

Sensor radar bisa dibelokkan 120 derajat secara horizontal dan 60 derajat secara vertikal. Semua relatif terhadap sumbu utama pesawat. Sensor bisa dibelokkan hingga 120 derajat ke atas atau bawah dengan kontrol elektronik dan tambahan mekanikal jika dibutuhkan.

KnAAPOIlustrasi kemampuan radar Sukhoi Su-35.
Mata Irbis ini tergolong tajam. Sensornya bisa menjejak permukaan seluas 3 meter persegi dari jarak 400 km, atau 0,01 meter persegi dari jarak 90 km. Sementara itu, target darat bisa diidentifikasi sejauh 200 km.

Yang mengagumkan, radar Irbis bisa memantau dan mengikuti 30 target udara secara simultan dan bisa mengunci dan menembak 8 sasaran sekaligus dengan misil udara-udara aktif, atau dua target dengan misil udara-udara semi-aktif.

KnAAPOJumah target yang bisa dilacak dan dikunci oleh radar Irbis dalam Su-35.
Sementara itu, untuk target darat, radar Irbis bisa mengunci empat target darat dan mengunci dan menembak dua target sekaligus.

Semua itu bisa dilakukan tanpa meninggalkan monitor ruang udara. Artinya, radar bisa memonitor dan melacak target di udara dan di darat yang telah diidentifikasi sebelumnya, sembari mencari target lain secara bersamaan.

IRST
"Mata" lain yang dimiliki Su-35, seperti generasi sebelumnya, adalah IRST (Infra-Red Sighting and Tracking). Unit ini bisa dikenali dari tonjolan bulat yang biasanya terpasang di depan kaca kokpit.

KnAAPOIRST yang berada di depan kaca kanopi Su-35.
IRST milik Su-35 berguna untuk mendeteksi target secara pasif melalui panas yang dipancarkan target tersebut.

Varian IRST yang dipakai Su-35 adalah OLS-35 yang bisa mendeteksi target udara lewat panas yang dipancarkannya dari jarak 50 km saat berhadap-hadapan (head-on) dan 90 km di kuadran belakang.

Sistem ini juga bisa mengukur jarak target dengan pesawat hingga 20 km dan target darat sejauh 30 km. IRST milik Su-35 bisa memonitor dan mengikuti empat target udara yang berbeda dan mengarahkan misil berpemandu laser ke arah sasaran.

Mesin
Saat ini, Su-35 mengusung dua mesin turbofan Saturn 117S (AL-41A) yang merupakan modifikasi dari mesin sebelumnya, AL-31. Nantinya, Su-35 bakal mendapatkan pasokan mesin baru, yaitu AL-41F dengan kemampuan super-cruise dengan daya thrust 15.000 kg.

Untuk saat ini, mesin AL-41A yang dipakai di generasi awal memiliki kipas (fan) dan turbin (high pressure/low pressure) yang baru serta sistem kontrol digital di dalamnya.

Modernisasi ini diklaim oleh Sukhoi bisa meningkatkan thrusthingga 16 persen, atau sekitar 14.500 kgf. 

Dalam mode maximum burner-freethrust yang dihasilkan mencapai 8.800 kgf. 

Jika dibandingkan dengan mesin AL-31F yang diapakai Su-27 saat ini, kemampuannya meningkat 2 hingga 2,7 kali. Sebagai contoh, masa between-repair period akan meningkat dari sebelumnya 500 hingga 1.000 jam (periode operasi sebelumoverhaul pertama adalah 1.500 jam). 

Periode overhaul mesin yang telah dimodifikasi akan meningkat menjadi antara 1.500 hingga 4.000 jam.

KnAAPOSu-35 memiliki 12 weapon station yang berada di sayap, wingtip, dan badan pesawat.


Persenjataan
Su-35 mampu menggotong cukup banyak arsenal dalam sekali angkut. Ini adalah tuntutan sebagai pesawat multi-peran (multi-role). 

Di kedua sayapnya, terdapat enam cantelan misil dan duawingtip rail yang ada di ujung sayap. Selain itu, masih ada pula dua cantelan di bawah masing-masing mesin dan dua lagi di perut pesawat sehingga total Su-35 memiliki 12 hard point yang bisa dipasangi dengan berbagai jenis misil udara-udara, udara-darat, atau sistem reconnaisance untuk misi mata-mata atau penyusupan.

Su-35 saat ini kompatibel dengan berbagai macam persenjataan. Daftarnya mencakup 4 jenis roket, 7 jenis misil, dan 4 jenis bom berbeda. Ditambah dengan sebuah kanon 30 mm GSh-301 di "pundak" kanan pesawat yang bisa memuntahkan 1.500 butir peluru dalam satu menit.

Daftar performa dan spesifikasi Su-35:

Panjang: 21,9 m
Bentang sayap: 15,3 m
Tinggi: 5,9 m

Bobot takeoff maksimal: 34.500 kg

Jumlah mesin: 2 Saturn 117S dengan TVC (Thrust Vector Control)
Daya dorong: 14.500 kg

Payload:
Tangki bahan bakar internal: 11.500 kg
Persenjataan: 8.000 kg

Daya jelajah: 
Sea level (normal): 1.580 km
In-altitude (lebih tinggi): 3.600 km
Dengan dua tangki ksternal PTB-2000: 4.500 km

Ketinggian maksimum: 59.000 kaki (sekitar 18.000 m)

Rasio Thrust to weight:
Maximum load: 0,84:1
Normal load: 1,14:1

Akselerasi:
600 km per jam-1.100 km per jam: 13,8 detik
1.000 km per jam-1.300 km per jam: 8 detik

Kecepatan menanjak: 55.100 feet per menit, atau setara 280 m per detik

Kecepatan:
Maksimum: Mach 2,25
Super-cruise dengan mesin AL-41F: Mach 1,6
Sea level: 1.400 km per jam

G load: 9G

Jarak yang dibutuhkan untuk takeoff/landing: 400-450 m/650 m


Video manuver Su-35 yang diperagakan di ajang Paris Air Show 2013

Kunjungi Laman Asli

Cukup 50 Menit, Baterai Smartphone Bisa Terisi Penuh


Qualcomm memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat generasi ketiga atau Quick Charge 3.0. Berikut selengkapnya.
Aditya Panji/KompasTeknoProsesor seri Snapdragon buatan Qualcomm

Teknologi pengisian daya cepat (Quick Charge) generasi kedua memungkinkan baterai smartphone tertambah 60 persen dalam 30 menit. Saat ini, teknologi tersebut sudah menjadi fitur standar untuk jajaran ponsel high-end.
Namun, kecepatan itu masih dianggap kurang bagi Qualcomm. Produsen chipset tersebut memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat generasi ketiga atau disebut "Quick Charge 3.0".

Dengan teknologi ini, pengguna smartphone tak perlu menunggu baterai terisi penuh hingga berjam-jam. Cukup waktu sekitar 50 menit untuk memenuhi daya maksimal baterai ponsel.
Dalam waktu 35 menit, baterai ponsel pun diklaim bisa terisi 80 persen. Artinya, kecepatannya dua kali lipat dibandingkan Quick Charge 1.0 (40 persen dalam 30 menit) dan 38 persen lebih unggul ketimbang Quick Charge 2.0.
Dilansir Nextren, Rabu (16/9/2015) dari AndroidAuthority, Qualcomm memasukkan algoritma INOV (Intelligent Negotiation for Optimum Voltage) dalam proses pengisian pada Quick Charge teranyar tersebut.
Algoritma tersebut mampu memastikan dan menentukan tekanan listrik yang dibutuhkan perangkat. Rentang voltasenya pun lebih lebar.
Diketahui, Quick Charge 2.0 hanya mengizinkan aliran listrik 5V, 9V, 10V, dan 20V. Sedangkan Quick Charge 3.0 memungkinkan perangkat memilih aliran dari 3,6V hingga 20V pada tiap tahapan 200mV.
Disinyalir, teknologi tersebut akan disematkan pada prosesor-prosesor Snapdragon teranyar dari Qualcomm. Di antaranya Snapdragon 820, 620, 618, dan 430.

Kunjungi laman Asli

Monday, 7 September 2015

Begini Cara Cepat Nge-charge Baterai Ponsel

Pengguna ponsel pintar sering bolak-balik "mojok" demi mengisi baterai perangkat itu. Bagaimana caranya supaya proses charging bisa dilakukan secepat mungkin?


InhabitatIlustrasi

Saat ini ponsel sudah jadi pusat banyak kegiatan, mulai dari memotret, menonton film, hingga mengetik berbagai tugas. Sayangnya, fungsi-fungsi tersebut masih sering terkendala oleh baterai yang lekas habis.

Ponsel pun seringkali harus bolak-balik dicolokkan ke charger. Proses ini tidak selalu bisa dilakukan sepanjang malam selagi tidur menunggu pagi. Kalau waktunya tidak tepat, charging bisa mengganggu kegiatan. 

Katakanlah kamu sedang terburu-buru karena 30 menit lagi harus bertemu dengan klien, tapi baterai ponselmu tinggal 10 persen. Tentu kamu ingin mengisinya dengan cepat, agar saat sampai di tempat yang dijanjikan masih bisa menghubungi klienmu.

Keinginan itu tak mustahil diwujudkan, asalkan kamu memilih metode pengisian daya yang tepat. Berikut ini, lima cara yang bisa dipakai untuk mempercepat chargingbaterai ponsel.

1. Pakai Charger Kuat

Adakalanya kamu bisa men-charge lebih cepat ketika menggunakan adapter charger yang lebih kuat. Misalnya men-charge iPhone 6 menggunakan charger tablet iPad.

Kedua perangkat tersebut dibekali charger yang berbeda, walaupun sama-sama buatan Apple. Charger bawaan iPhone 6 cenderung lebih lemah dengan output 1A(5W), sedangkan charger iPad lebih kuat karena  output-nya mencapai 2,1A(12W).

Namun perlu dicatat, tidak semua perangkat cocok dengan cara ini. Beberapa ponsel dapat mengambil daya sebanyak apapun dari charger dan bisa terisi dengan cepat. Tapi ada juga yang cuma bisa mengambil daya sesuai dengan outputcharger bawaan, sehingga metode ini tidak akan berpengaruh sama sekali.

Tenang saja, ponsel pintar masa kini tidak akan rusak ketika terhubung ke charger dengan keluaran arus yang lebih besar dari charger bawaan. Ini karena ponsel hanya akan menarik arus listrik dalam besaran yang mampu ditangani saja.  

2. Kabel USB Terbaik

Jangan remehkan kabel USB yang kamu pakai sehari-hari. Meksi terkesan sepele, kualitas kabel ini berpengaruh pada kecepatan charge ponsel.

Kabel USB murah, biasanya dibuat sangat tipis dan tidak menghantarkan daya dengan baik. Logam yang dipakai pun berkualitas rendah sehingga tidak bisa menangani listrik berdaya tinggi.

Sebaiknya gunakan kabel USB dari paket pembelian ponsel. Atau sebagai alternatif, carilah USB kualitas terbaik buatanbrand yang sudah kamu percaya.

3. Matikan Ponsel

Meski ponsel kamu sedang tidak dipakai sama sekali, bila dalam keadaan menyala tetap ada aplikasi-aplikasi yang berjalan di background.

Nah, meskipun kecil, kinerja aplikasi tersebut tetap menyedot daya dan membuat proses pengisian daya melambat. Karena itu cobalah untuk mematikan ponsel. 

Ketika dimatikan, maka seluruh aplikasi ikut mati. Efeknya membuat seluruh daya yang disalurkan benar-benar masuk dan terkumpul.

Bila tak ingin mematikan ponsel, kamu juga bisa mengaktifkan Airplane Mode. Mode tersebut berguna menghentikan transmisi sinyal seluler dan Wi-Fi yang berperan besar menyedot daya di bateraimu.

Kalau memang tidak sempat mematikan ponsel atau menggunakan Airplane Mode, setidaknya jangan mengisinya sambil bermain video game yang banyak menyedot daya.

4. Jangan Charge via port USB komputer

Output daya dari port USB komputer biasanya berkisar antara 0,1A hingga 0,5A. Ini jauh lebih rendah dibandingkanoutput menggunakan charger khusus ponsel yang mencapai 2A atau lebih.  

Demikian berarti kecepatan pengisian daya juga akan jadi lebih rendah. Bila kamu sedang terburu-buru, jangan chargeponsel menggunakan port USB komputer. Sebaiknya langsung saja memakai charger bawaan.

Perlu ditambahkan bahwa port USB di sebagian komputer yang mendukung intrerface USB 3.0 mampu menyalurkan arus sebesar 1A sehingga tetap bisa dipakai untuk mengisi daya ponsel dalam waktu relatif singkat, atau setidaknya sama cepat dengan charger bawaan ponsel. 

5. Jangan Sentuh Ponsel!

Saat mengisi daya, diamkan ponsel. Cobalah untuk menahan hasrat mengecek ponsel kecuali memang ada pesan atau panggilan penting yang masuk.

Alasannya, saat kamu mengecek ponsel maka layarnya akan menyala. Padahal layar merupakan salah satu bagian yang paling menguras baterai.

Selain mengecek ponsel, sebaiknya kamu tidak mengisi daya sambil menjalankan aplikasi-aplikasi berat seperti mengunduh alplikasi, memutar video atau bermain game

Kunjungi Laman Asli

Asus Zenfone 2, Tenaga Juara Baterai Biasa

Nextren berkesempatan mengulas salah satu tipe Zenfone 2 jajaran atas. Seperti apa performanya?



Mengawali 2015, Asus menambah jajaran seri Zenfone dengan menelurkan Zenfone 2. Ponsel pintar tersebut diperkenalkan pada pagelaran CES 2015.
 
Di Indonesia, Zenfone 2 resmi unjuk gigi pada pertengahan April lalu. Ada empat versi yang tersedia berdasarkan perbedaan jenis prosesor, RAM dan memori internal.
 
Nextren berkesempatan mengulas salah satu tipe Zenfone 2 jajaran atas. Yakni versi ZE551 ML yang dibekali chipset Intel Atom Z3580 dengan prosesor quadcore berkecepatan 2,3 GHz. Kapasitas memori internalnya 32 GB dengan dukungan RAM 4 GB.
 
Versi ini sekaligus mengukuhkan Zenfone 2 sebagai ponsel cerdas pertama yang menggunakan RAM 4 GB. Lebih lengkapnya, simak ulasan berikut. 
 
Desain khas bawaan Zenfone 
Roderick Adrian Mozes/Kompas.comAsus Zenfone 2.
Sepintas, tampilan Zenfone 2 mirip dengan seri pendahulunya. Ponsel ini memiliki bentangan layar 5,5 inci yang dibalut bingkai hitam mengkilap dengan logo "Asus'' pada pucuknya.
 
Berdampingan dengan logo, ada lensa kamera depan 5 megapiksel untuk mengakomodir kebutuhan selfie. Di atasnya, terpasang kisi-kisi sumber suara untuk mendengar panggilan. 
 
Tiga tombol halus (soft button) terpatri di bawah layar. Fungsinya sebagai navigasi utama mengoperasikan perangkat. Ketiga tombol dilindungi ''dagu'' berbahan metal dengan tekstur khas Zenfone. 
 
Fisik depan Zenfone 2 memang mempertahankan kekhasan rancangan barisan ponsel Zenfone lainnya. Saat membalik perangkat ini, barulah terlihat perbedaan yang mencolok.

Pasalnya, Asus memindahkan tombol volume yang pada seri sebelumnya di sisi samping, ke punggung ponsel. Tepatnya di bawah dual-LED flash dan lensa kamera 13 megapiksel. 

Secara fungsi, tata letak demikian mempermudah pengguna untuk menaikkan atau menurunkan volume saat menelepon. Namun, sebelum diaplikasikan Asus, tata letak ini sudah menjadi ciri khas LG.
Di bawah tombol volume, lagi-lagi terpasang logo ''Asus''. Berjarak sepanjang jari jempol ke bawah, terpasang logo Intel yang notabene merupakan merek ''jeroan'' Zenfone 2. Tak ketinggalan, dipasang pula tulisan ''Zenfone'' di bawah logo Intel. 
 
Untuk tombol penguncian, Zenfone 2 memilih sisi atas sebagai landasan yang tepat. Tombol penguncian dibuat sejajar dengan konektor audio 3,5 mm. 

Roderick Adrian Mozes/Kompas.comAsus Zenfone 2.
Di sisi bawah, hanya ada sambungan USB untuk pengisian daya sekaligus transfer data. Dengan ini, kedua sisi samping ponsel bersih dari tombol.
 
Punggung ponsel dibungkus bahan plastik yang sekejap mirip bahan metal. Bentuknya sengaja dibuat melengkung agar sesuai dengan genggaman tangan pengguna.
 
Oik Yusuf/ Kompas.comKompartemen baterai yang sekaligus memuat slot kartu SIM dan micro SD, di balik penutup belakang Zenfone 2
Sisi belakang tersebut dapat dibuka. Di dalamnya terpatri wadah baterai yang menyatu pada tubuh ponsel, slot memori microSD, dan sepasang slot kartu SIM yang bisa dimanfaatkan bersamaan. 
 
Salah satu slot SIM mampu mengoptimalkan SIM berjaringan 3G dan 4G LTE. Sisanya cuma bisa memaksimalkan jaringan 2G.
 
Layar tajam 
 
Asus Zenfone 2 yang diterima KompasTekno adalah gawai berlayar phablet dengan LCD IPS beresolusi full HD 1080p. Spesifikasi ini menghasilkan kerapatan layar 403 ppi, sehingga layar terlihat cerah dengan warna tajam.
 
Walau pengguna sedang berada di ruang terbuka, warna layar bakal tetap jelas tak termakan cahaya matahari. Sifat layar juga sudah multitouch dengan respon yang cepat. 

Sebagai pelindung, Corning Gorilla Glass 3 dipilih agar mampu menghadang goresan saat pengoperasian. 
 
Fatimah Kartini BohangWarna tampilan layar dapat disesuaikan dengan kenyamanan mata di dengan fitus splendid

Membaca berita atau jurnal, membuat catatan, mengakses video dan bermain game terasa pas dengan bentangan dan tampilan layar demikian. 
Kalibrasi warna juga dapat disetel dengan fitur ''Splendid''bawaan antarmuka ZenUI. 
 
Pada pencahayaan normal, pengguna dapat mengaktifkan mode seimbang (balance mode)

Saat ingin membaca, pengguna dapat mengaktifkan mode baca (read mode) yang lebih ramah untuk mata. 
 
Di bawah sinar matahari, pengguna bisa mengaktifkan mode "garang'' (vivid mode) yang bakal meningkatkan saturasi layar secara signifikan. 

Untuk pengaturan yang lebih spesifik, pengguna juga dapat menyetel mode manual (customization mode). Dengan penyetelan ini, warna tampilan layar bisa diatur sesuai kenyamanan mata.
 


Antarmuka ZenUI teranyar
 
Ponsel ini berjalan pada sistem operasi Android Lollipop 5.0, dipadukan dengan antarmuka ZenUI terbaru. Secara kasat mata, tak ada yang menakjubkan dari desain antarmuka ZenUI. Tampilannya terkesan datar dan mengikuti rancangan material Android. 
 
Fatimah Kartini BohangFitur easy mode untuk memudahkan pengguna menjejal ponsel dengan satu tangan

Tapi, setelah diulik lebih lanjut, ada beberapa fitur menarik yang menambah pengalaman penggunaan ponsel. 
Contohnya penyederhanaan tampilan (easy mode). Yakni penyetelan tampilan untuk penggunaan ponsel dengan satu tangan.
 
Hanya dengan menyentuh tombol ''home'' dua kali, mode ini bakal berjalan. 

Fungsinya untuk mengantisipasi keruwetan saat pengguna hanya bisa mengoperasikan ponsel dengan satu tangan. 

Misalnya ketika menyetir atau makan. Walau, tentu saja mengakses ponsel sambil menyetir tidak disarankan jika tak terdesak.
 
Adapula fitur ''ZenMotion'' yang memungkinkan pengguna memerintahkan ponsel menggunakan gestur. Ada dua kategori ZenMotion, yakni Motion Gesture dan Touch Gesture.
 
Saat mengaktifkan Motion Gesture, pengguna bisa menggerakkan ponsel untuk memerintah. Misalnya saat akan menangkap gambar pada layar (screenshot). Pengguna hanya perlu mengguncang ponsel dengan pengulangan dua kali, lalu laman yang tertera akan terambil dan tersimpan. Laman tersebut dapat diakses lewat fitur "Do It Later".
Fatimah Kartini BohangZenMotion memungkinkan pengguna melakukan gestur tertentu untuk memerintahkan ponsel dengan lebih cepat
Do It Later berfungsi sebagai pengingat hal-hal penting yang harus dilakukan segera setelah pengguna menyelesaikan pekerjaan prioritas. Secara hakikat diciptakannya, perpaduanMotion Gesture dan Do It Later tentu memudahkan penggunanya, hanya saja, fitur ini belum terlalu responsif saat dioperasikan.
 
Lain halnya dengan Touch Gesture yang responnya sungguh baik. Pengguna bisa memerintah ponsel dengan sentuhan, walau ponsel dalam keadaan terkunci. Misalnya saat pengguna tergesa-gesa ingin membuka laman pencarian. Dalam keadaan layar mati dan ponsel terkunci, pengguna tinggal menuliskan huruf "W" pada layar. 

Layar bakal otomatis terbuka dan langsung menghadapkan pengguna pada laman pencarian. Selain untuk membuka laman pencarian, Touch Gesture juga mampu menulis pesan (S), e-mail (e), kamera (C), membersihkan ponsel (Z), dan melakukan panggilan (V).
 
Antarmuka ZenUI bisa dibilang sebagai peluncur ponsel yang menaruh perhatian pada personalitas dan keintiman penggunanya. Selain dapat mengatur warna layar sesuka hati, ZenUI juga mengakomodir kemampuan modifikasi ikon,widget, wallpaper, dan efek gulir sesuka hati pengguna. 

Fatimah Kartini BohangFitur manage home memungkinkan pengguna mengatur tampilan ponsel dengan lebih personal
Penyetelan modifikasi tampilan ini bisa dilakukan dengan menekan layar yang bersih dari ikon. Setelahnya bakal muncul "Manage Home" sebagai pengatur tampilan. SaatManage Home muncul, dimulailah otoritas pengguna untuk mengutak-atik tampilan ponsel.
 
Untuk pengaturan ikon, pengeditan bisa lebih bebas dengan mengunduh paket ikon dari Google Play Store. Adapun untuk efek gulir, ada 11 pilihan yang bisa dipilih guna memperkaya daya pikat pengoperasian.
 
Performa
 
Zenfone 2 berjalan pada sistem operasi Android Lollipop 5.0. Seperti dijelaskan sebelumnya, versi premium yang diterimaKompasTekno dibekali chipset Intel Atom dengan RAM 4 GB. 

Selama ini, RAM 4 GB disematkan pada gawai berukuran besar. Misalnya laptop dan tablet. Sebagai pemuka ponsel cerdas dengan kapasitas RAM demikian, pengoperasian Zenfone 2 unggul di antara ponsel-ponsel lain pada levelnya.
 
Dari pengalaman selama dua minggu menjajal Zenfone 2, tak pernah terjadi penghentian operasi pada aplikasi secara tiba-tiba. Membuka laman hingga 8 kolom pada satu waktu, berpindah ke Instagram, mengedit foto di Vsco Cam, dan membuka aplikasi e-mail tak memperlambat performa Zenfone 2.

Fatimah Kartini Bohangskor Antutu Zenfone 2
Fatimah Kartini Bohangskor PCmark Zenfone 2
Orang-orang sibuk dan multi-tasking adalah jodoh tepat bagi gadget ini. Saat diuji dengan aplikasi pengetesan performa, Antutu dan PCmark, hasil Zenfone 2 pun menunjukkan kualitas yang bisa dipertimbangkan.
 
Kamera ''PixelMaster'' generasi kedua
 
Di zaman "narsis" ini, teknologi adalah penyokong utama eksistensi masyarakat urban di media sosial. Ibarat kata, anak muda tak gaul jika tak aktif di Instagram dan Path. Kedua platform itu menuntut performa kamera bawaan yang berkualitas.
 
Nah, Asus sadar bahwa kamera ponsel merupakan salah satu fitur paling populer dan dipertanyakan kebanyakan orang saat akan membeli perangkat. Maka Zenfone 2 dipatrikan kamera utama 13 megapiksel dengan teknologi "PixelMaster" generasi kedua.
 
Kamera ini diklaim mampu mereduksi titik-titik gangguan akibat minim cahaya. Benarkah adanya?
 
Saat dicoba di kafe remang-remang pada malam hari, hasil foto ternyata masih menunjukkan berkas-berkas noise, walau tak terlalu berarti.

Fatimah Kartini BohangHasil jepretan kamera Zenfone 2 pada kondisi minim cahaya.
Foto ini menunjukkan pencahayaan yang lebih terang dibanding kondisi nyatanya. Walau begitu, warna tetap terlihat alami.
Ini didukung penyetelan ISO manual pada kamera. Zenfone 2 memang menyediakan penyetelan manual serupa DSLR. ISO,white balance, apperture, semua bisa disetel sendiri. Bagi yang ingin pengaturan otomatis, tentu saja juga disediakan.
 
Kembali ke pembuktian performa kamera pada kondisi gelap, pengguna bisa meningkatkan ISO untuk menambah cahaya. Sebaliknya juga dapat menurunkan ISO pada situasi dengan terpaan cahaya berlebihan. Dengan pemanfaatan ISO, penggunaan dual-LED dapat direduksi.
Jikapun harus, dual-LED pun tak bakal membuat gambar pucat. Ini dikarenakan sensor warna LED yang terpatri tak hanya putih. Sehingga warna terkesan apa adanya.

Fatimah Kartini BohangHasil foto menggunakan dual-LED di dalam ruangan dengan lampu dimatikan
Hanya saja, pada cahaya yang minim, fokus lebih susah dikunci. Apalagi jika pengguna menderu gambar yang jauh.

Fatimah Kartini BohangKondisi minim cahaya ditambah zoom maksimal membuat kamera susah mengunci fokus
Adapula penyetelan jenis white balance agar sesuai dengan kondisi pengambilan gambar. Sehingga, warna yang dihasilkan tampak asli. Misalnya pada kondisi matahari sedang terik-teriknya, white balance dapat diatur dengan mode sesuai. Begitupun pada kondisi mendung romantis atau terang dalam ruangan.  

Fatimah Kartini BohangHasil foto kamera Zenfone 2 dengan cahaya memadai
Pada penjepretan dengan cahaya memadai, warna foto terhitung natural dengan warna yang tajam. Kemampuan bawaan kamera PixelMaster 2.0 ini juga mengakomodir fotoHigh Dynamic Range (HDR). Dengan penyetelan tersebut, kontras foto lebih tajam dan saturasi meningkat.
 
Fitur penyetelan lainnya pada kamera PixelMaster 2.0 antara lain Panorama. Mode ini bakal membuat ruang foto terkesan luas, sehingga seringkali menipu walau hasilnya apik. Time Lapse juga tersedia. Fitur ini mampu mengambil video dengan gerak lambat namun hasilnya seperti bergerak cepat. Misalnya, video menjelang matahari terbenam hingga benar-benar terbenam, atau merekam pergeseran awan.

Tak lupa disematkan Depth of Field. Fitur ini mampu menangkap objek mikro dengan lebih detil. Fokusnya juga lebih tajam. Untuk foto produk, seperti makanan dan baju, fitur ini bakal sangat membantu. 

Fatimah Kartini BohangMenjepret objek dengan menggunakan fitur depth of field
Fatimah Kartini BohangMenjepret objek dengan menggunakan fitur depth of field di dalam ruangan
Ketahanan baterai
 
Fatimah Kartini Bohangskor ketahanan baterai Zenfone 2 diuji dengan PCmark
Zenfone 2 hadir dengan baterai kapasitas standar ponsel cerdas masa kini, yakni 3.000 mAH. 
Baterainya bersifat unibodi sehingga tak bisa dilepas dari rangka tubuh. Performa baterai tak bisa dibilang tahan lama, namun juga tak serta merta dikategorikan lemah.
 
Dalam pemakaian sehari-hari, Zenfone 2 menuntut pengisian daya ulang walau belum seharian penuh digunakan. 

Belum bisa dipastikan apakah keborosan ini berasal dari antarmuka ZenUI, OS Android, atau kapasitas RAM yang besar.
 
Namun, ini dapat disiasati dengan penyetelan penghematan daya (power save) yang tersedia. 

Performa kecepatan ponsel dan pencahayaan layar bakal dikurangi saat memasang mode hemat baterai. Taktik ini bisa dilancarkan ketika penggunaan ponsel minim.


Selain itu, Zenfone 2 juga memiliki fitur pengisian daya cepat(quick charge). Dalam kurun waktu kurang dari 30 menit, baterai bakal tertambah sekitar 60 persen dari sebelum daya diisi. Maka, tak menjadi masalah besar jika ketahanan baterai tak secadas kapasitas RAM.
 
Kesimpulan
 
Saat ini, mencari ponsel yang mengerti kebutuhan hidup pengguna sama pentingnya dengan mencari pasangan hidup. Keduanya bakal mendominasi waktu yang dimiliki pengguna dalam menjalani hidup sehari-hari.
 
Dari performa dan fitur yang ditawarkan Zenfone 2, ponsel ini bakal jadi teman yang pas bagi mereka yang sibuk, gesit, produktif, dan kekinian. RAM 4 GB dipadukan dengan fitur praktis semacam Easy Mode, ZenMotion dan Do It Later akan memudahkan aktivitas pengguna. 
 
Dengan Easy Mode, pengguna bisa menulis dan mengirim e-mail dengan satu tangan sembari melakukan aktivitas penting lainnya. ZenMotion memungkinkan gerakan-gerakan cepat untuk memerintah ponsel sesuai kebutuhan. Do It Later bisa menjadi pengingat yang efektif bagi pengguna dalam bekerja. 
 
Selain itu, kemampuan kamera PixelMaster 2.0 dan tampilan layar serta ikon yang bisa dirancang sedemikian rupa adalah beberapa kemampuan penyokong gaya hidup kekinian. Masyarakat urban yang merupakan pencetus dan pengikut tren bakal cocok dengan ponsel ini.

Hanya saja, baterai masih menjadi isu yang perlu diperbaiki Asus. Untungnya, ada fitur penghemat baterai dan pengisian daya cepat yang dijadikan solusi untuk masalah tersebut.
 
Zenfone 2 dijadwalkan mulai tersedia di pasaran Indonesia pada pertengahan bulan ini. Dengan spesifikasi yang telah dijabarkan, Zenfone 2 dipatok pada kisaran Rp 2,7 juta hingga Rp 4,5 juta.

Kunjungi Laman Asli
Lazada Indonesia